Perjalanan belajar siswa kelas 10 Sekolah Islam AlMarjan dimulai bukan sekadar membuka buku, tetapi menelusuri jejak sejarah yang pernah hidup dan membentuk kehidupan hari ini.

Melalui kegiatan kokurikuler bertema Kearifan Lokal, siswa diajak menyelami kisah “Jejak Peninggalan Kerajaan di Kota Bekasi” dengan cara yang berbeda. Mereka tidak hanya mendengar cerita, tetapi diajak memahami maknanya.

Perjalanan ini dibuka dengan sesi inspiratif bersama Ibu Sucintya Tri Utami, S.Pd. Dalam suasana yang hangat dan penuh diskusi, siswa mulai melihat bagaimana kerajaan-kerajaan di Indonesia tidak hanya meninggalkan bangunan atau artefak, tetapi juga nilai, budaya, dan cara hidup yang masih terasa hingga sekarang.

Namun, pembelajaran tidak berhenti di sana. Rasa ingin tahu membawa langkah mereka keluar dari ruang kelas.

Di lokasi peninggalan sejarah, siswa menyaksikan langsung jejak masa lalu bangunan yang tetap berdiri, cerita yang tersimpan, dan suasana yang seolah menghubungkan masa kini dengan masa silam. Di titik ini, sejarah tidak lagi terasa jauh. Ia menjadi nyata, dekat, dan lebih mudah dipahami.

Setiap pengalaman kemudian diolah menjadi karya. Melalui Pop Up Book, siswa menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk visual yang kreatif dan penuh cerita. Setiap lipatan kertas bukan hanya karya seni, tetapi juga representasi dari proses berpikir, rasa ingin tahu, dan pemaknaan yang tumbuh selama perjalanan belajar.

Dari mendengar, melihat, hingga berkarya siswa belajar bahwa sejarah bukan hanya untuk dihafal.

Sejarah adalah cermin yang membantu memahami siapa kita hari ini dan arah apa yang ingin kita tuju di masa depan.